You Are Here : Menu Produk e-Business
Saturday, 26 July 2014
e-Business
oleh: Admin

1. TRUST+POSITIF

Dalam rangka penggunaan internet sehat dan aman, Ditjen Aplikasi Informatika secara rutin meningkatkan kualitas penyaringan konten negatif menggunakan aplikasi TRUST+Positif. Dalam melakukan penyaringan, Ditjen Aptika berkoordinasi dengan penyedia jasa internet (ISP).

Sistem TRUST+Positif menerapkan mekanisme kerja adanya server pusat yang akan menjadi acuan dan rujukan kepada seluruh layanan akses informasi publik (fasilitas bersama) serta menerima informasi – informasi atas fasilitas akses informasi public untuk menjadi alat analisa dan profiling penggunaan internet di Indonesia.

Sistem TRUST+Positif bukan merupakan single gateway ataupun traffic relay untuk koneksi internet seluruh Indonesia. Masing – masing pengguna menyediakan infrastruktur sesuai dengan kebutuhan masing – masing dan TRUST+Positif akan berfungsi sebagai referensi atau rujukan database.

Sampai dengan akhir tahun 2012, telah terdaftar 799.962 situs terkait pornografi, 4840 situs dari aduan masyarakat, 32.432 situs open-proxy/redirector dari sumber internasional, serta 818 situs dari kajian internal tim TRUST+Positif.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai TRUST+Positif dan melakukan pencarian terhadap data domain maupun URL yang telah terdaftar dalam database TRUST+Positif dapat melalui situs resmi TRUST+Positif (http://trustpositif.kominfo.go.id).

 

2. HEAL OUR MUSIC

Gerakan“Heal Our Music“ adalah salah satu bentuk keikutsertaan Ditjen Aplikasi Informatika dalam mendukung kampanye “Stop Illegal Download dan Upload”karya musik di dunia maya.

Kick-off gerakan ini dilaksanakan tanggal 27 Juli 2011 di gedung Kemkominfo dan dibuka oleh Menteri Kominfo. Ditjen Aplikasi Informatika ikut serta mengkampanyekan gerakan tersebut, antara lain dalam event Java Jazz 2011, SoulNation 2012, dan Sosialisasi "Stop Illegal Download dan Upload"di IOSA 2012. 

Ditjen Aplikasi Informatika telah memblokir beberapa situs illegal download berdasarkan aduan dari pihak industri musik dengan menggunakan aplikasi Trust+Positif.

 

3. SISTEM e-PENGADAAN PEMERINTAH (SePP)

Sistem e-Pengadaan Pemerintah (SePP) merupakan salah satu aplikasi untuk  melakukan proses pengadaan barang/jasa pemerintah dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK), di mana  proses bisnisnya sesuai dengan peraturan tentang pengadaan barang/jasa pemerintah yaitu yang terbaru adalah Peraturan Presiden No. 54 tahun 2010. Berikut kronologis perkembangan SePP dari tahun 2003 sampai tahun 2012.

Keuntungan SePP :

  1. Satu pasar pengadaan nasional
  2. Integrasi data dan Interoperabilitas
  3. Ada standarisasi teknologi
  4. Jaminan compliance terhadap regulasi
  5. Efisien
  6. Tidak usah memikirkan biaya dan strategi pengembangan
  7. Penyedia Barang/Jasa, publik, dan pihak terkait  tidak harus mengadopsi/mengadaptasi banyak sistem
  8. Memudahkan pemeliharaan dan pengelolaan
  9. Fokus dalam pengembangan layanan penggunaan sistem

Untuk masa mendatang, aplikasi SePP direncanakan akan bertransisi menjadi aplikasi SPSE dimana proses telah dimulai pada tahun 2012,

Sampai dengan Tahun 2012, SePP digunakan oleh 4 instansi yaitu Kementerian Kominfo, PT. Taspen, Badan Otorita Batam dan Politeknik Negeri Batam. Jumlah Penyedia Barang / Jasa yang telah diaktivasi sebanyak 5145, sedangkan Paket Pengadaan yang telah dilelangkan sampai tahun 2012 berjumlah 413 Paket Pengadaan, dengan total nilai Rp : 1.207.019.832.862,-.

 

4. PUSAT KOMUNITAS KREATIF

Pusat Komunitas Kreatif merupakan pusat layanan e-Business untuk memfasilitasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah.

Pembangunan Pusat Komunitas Kreatif diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah setempat melalui percepatan transformasi dari bisnis konvensional menjadi bisnis berbasis elektronik.

Saat ini telah dibangun Pusat Komunitas Kreatif di tiga lokasi yaitu Kabupaten Lombok Utara(Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Lamongan (Jawa Timur) dan Kota Palangkaraya (Kalimantan Tengah).

Fasilitas  dan Pendampingan yang disediakan

Fasilitas dan Pendampingan yang disediakan antara lain berupa pelatihan Multimedia, aplikasi dasar Office dan aplikasi yang berkaitan dengan bidang e-Business seperti membuat blog,pemasaran online, desain kemasan produk.

Khusus untuk  aplikasi yang tersedia di Pusat Komunitas Kreatif  Kabupaten Lombok Utara(Nusa Tenggara Barat)tersedia juga aplikasi yang dapat dikembangkan kontennya oleh masyarakat setempatsepertiAplikasi e-UKM, e-Library dan e-Health. Disamping aplikasi  juga disediakan konten antara lain CD Pendidikan (Pengolahan Pangan, Pertanian dan Alat Pertanian, Perikanan dan Peternakan), Buku Sekolah elektronik dan VCD Proses pembuatan beberapa hasil karya kreatif.

Pusat Komunitas Kreatif juga menyediakan layanan akses internet, pendampingan untuk para UKM dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan.

 

5. PENGELOLAAN NAMA DOMAIN INDONESIA (.id)

Domain adalah nama unik yang berfungsi sebagai alamat spesifik untuk menunjukkan nama server komputer yang terhubung ke Internet. Nama domain merupakan alamat website penyelenggara negara, orang, badan usaha, dan/atau masyarakat yang dibuat untuk berbagi informasi dengan berbagai macam tujuan.

Nama domain terdiri dari generic Top Level Domain (gTLD) dan country-code Top Level Domain (ccTLD). gTLD adalah domain internasional yang dapat digunakan oleh pengguna internet di seluruh dunia, seperti com, net, org, info, travel, dan sejenisnya. ccTLD atau di Indonesia dikenal dengan Domain Tingkat Tinggi (DTT) merupakan nama domain negara yang kebijakannya diatur oleh negara yang bersangkutan.

Sesuai ISO 3166-1 tentang singkatan dua huruf nama negara, Domain Tingkat Tinggi Indonesia (DTT-ID) menggunakan domain “id”, kemudian diturunkankan lagi menjadi beberapa Domain Tingkat Dua yang dapat digunakan oleh masyarakat pengguna internet Indonesia (DTD-ID).

 

Di Indonesia terdapat sepuluh DTD-ID seperti tabel berikut :

No

Nama Domain Tingkat Dua

Peruntukan

Jumlah

Prosentase

1

.co.id

komersial, badan usaha dan sejenisnya

41.226

40,4%

2

.web.id

pribadi atau komunitas

 39.935

39,1%

3

.sch.id

sekolah

8.997

8,8%

4

.or.id

organisasi/yayasan/perkumpulan/komunitas

4.713

4,6%

5

.go.id

institusi pemerintah dan sejenisnya

2.965

2,9%

6

.ac.id

akademik, universitas, perguruan tinggi dan sejenisnya

2.640

2,6%

7

.net.id

penyedia jasa telekomunikasi  yang berlisensi

339

0,3%

8

.mil.id

instansi militer

213

0,2%

9

.biz.id

usaha mikro kecil dan menengah

217

0,2%

10

my.id

pengguna pribadi

881

0,9%

 

 

Total

102.126

100,0%

Sumber data: PANDI

 

Untuk lembaga pemerintah, nama domain yang digunakan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kominfo No 28 tahun 2006 tentang Penggunaan Nama Domain go.id Untuk Situs Web Resmi Pemerintahan Pusat dan Daerah.

Sampai dengan Desember 2012, tercatat jumlah nama domain di Indonesia mencapai 343.319 domain dimana hanya 30 % diantaranya adalah .id. Berbagai upaya perlu dilakukan agar jumlah domain .id di Indonesia terus bertambah, antara lain dengan memperluas pembuatan dan penggunaan DTD-ID oleh masyarakat.

 

Forum Nama Domain Indonesia

Pengelolaan nama domain di Indonesia saat ini dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yang dibentuk pada tahun 2006 di Jakarta.

Berdasarkan UU ITE Bab VI Pasal 24 ayat (1), Pengelola Nama Domain adalah Pemerintah dan/atau masyarakat. Sejalan dengan hal ini maka pengelolaan nama domain Indonesia harus dikelola oleh suatu manajemen, pelayanan serta teknis yang handal dengan melibatkan peran serta dari masyarakat serta pemerintah.

Pada 3 Oktober 2012, Menteri Komunikasi dan Informatika telah membentuk Forum Nama Domain Indonesia yang beranggotakan wakil pemerintah, PANDI, APJII, Komtap Perangkat dan Jasa Informatika KADIN, MASTEL, FTII, IPTEKnet BPPT serta kalangan akademisi dari Pusilkom UI dan USDI ITB.

Tugas dari Forum Nama Domain Indonesia meliputi :

  1. Merumuskan kebijakan pengelolaan nama domain  Indonesia (.id);
  2. Memfasilitasi hubungan kerja sama dengan lembaga atau instansi yang terkait dengan pengelolaan nama domain Indonesia (.id);
  3. Mengawasi pengelolaan nama domain Indonesia (.id).

Forum Nama Domain Indonesia ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja pelayanan pengelolaan nama domain Indonesia dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan nama domain Indonesia (.id).

Untuk menerima masukan publik tentang pengelolaan nama domain Indonesia (.id), PANDI secara berkala menyelenggarakan Diskusi Umum Terbuka yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat. Sebelum diskusi, usulan-usulan yang masuk disampaikan di mailing list Dot-id selama minimal satu bulan. Usulan yang sudah dibahas selama satu bulan itu kemudian disampaikan kepada publik pada Diskusi Umum Terbuka.

Apabila masyarakat yang hadir pada Diskusi Umum Terbuka menyetujui usulan yang diajukan, PANDI akan menyampaikannya pada Forum Nama Domain Indonesia. Salah satu keputusan Diskusi Umum Terbuka yang kemudian disahkan oleh Forum Nama Domain Indonesia adalah pembuatan domain baru “desa.id” yang diajukan oleh Gerakan Desa Membangun. (cdp)

Share :