You Are Here : Menu Produk Pemberdayaan Industri Informatika
Tuesday, 29 July 2014
Pemberdayaan Industri Informatika
oleh: Admin

1. INDONESIA ICT AWARD (INAICTA)

INAICTA merupakan ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang TIK tahunan dan terbesar di Indonesia.INAICTA diselenggarakan untuk mendorong berkembangnya karya dan produkTIK lokal dibarengi dengan peningkatan kualitasnya. Peserta INAICTA tidak hanya pengembang perseorangan, tapi juga ditujukan bagi perusahaan lokal. Tujuan akhir diselenggarakannya INAICTA adalah agar para pengembang dan perusahaan lokal tersebut dapat tumbuh semakin banyak, semakin tinggi kualitasnya sehingga mendapatkan kesempatan yang layak dari industri, investor dan pasar serta bermanfaat bagi masyarakat hingga akhirnya dapat menjadi penopang daya saing ekonomi nasional.

INAICTA terdiri dari serangkaian acara yang saling mendukung secara signifikan terhadap kreasi TIK anak bangsa. INAICTA diselenggarakan atas kerjasama seluruh pemangku kepentingan di bidang TIK di Indonesia                    

INAICTA 2012 dengan tema “Creativity Breakthrough, Mendorong Tumbuhnya Kreativitas Industri TIK Lokal Menuju Pasar Global”.

Peserta yang mendaftar sebanyak 1.564 pendaftar. Karya yang dijurikan sebanyak 989 karya TIK. Pemenang TIK INAICTA 2012: 17 Winners, 13 Meritsdan 9 Special Mention.

Info lebih lanjut klik www.inaicta.web.id

 

2. ASEAN ICT AWARDS (AICTA)

ASEAN ICT Awards atau AICTA merupakan ajang lomba karya cipta TIK internasional.

AICTA untuk pertama kalinya dicetus oleh Menteri ASEAN ICT bersamaan dalam acara ASEAN TELMIN yang diadakan di Myanmar pada bulan Oktober 2012. Sedangkan acara penghargaan bagi pemenang diselenggarakan di Cebu, Manila pada tanggal 16 November 2012.

5 kategori yang dilombakan :

  1. Public Sector
  2. Private Sector
  3. Corporate Social Responsibility
  4. Digital Content
  5. Start-up Company

 

Pada tahun 2012 Indonesia mengirimkan 3 peserta pada AICTA dimana ketiganya mendapatkan penghargaan sebagai berikut:

  1. Gold Winner kategori StartUp Company, karya Tiket.com, dari PT. Global Tiket Network (Jakarta).
  2. Silver Winner kategori Corporate Social Responsibility, karya ISARA, dari PT. Dreambender Indonesia. (Bandung).
  3. Bronze Winner kategori Digital Animation, karya Alien vs Mbah Darmo, dari Hersa Animation. (Ungaran).

Info lebih lanjut klik www.aseanictaward.com

 

3. ASIA PACIFIC INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY ALLIANCE AWARDS (APICTA)

APICTA merupakan ajang lomba kreatifitas dan inovasi piranti lunak tahunan yang diikuti oleh perorangan, atau perusahaan teknologi informasi dan komunikasi dikawasan Asia Pasifik. APICTA diikuti oleh 16 negara.

APICTA 2012 di Brunei Darussalam

Indonesia meraih 2 Winners dan 5 Merit Winners

Winner

  1. Universitas Gadjah Mada, dengan karya LexiPal-Aplikasi Terapi Dyslexia berbasis Kinect untuk kategori Tertiary Student Project
  2. PT Dreambender Indonesia, dengan karya AKSARA untuk kategori e-Inclusion and e-Community

Merit

  1. Kuassa, dengan karya DSP and Audio Software untuk kategori New Media and Entertainment
  2. Universitas Gadjah Mada, dengan karya eMart untuk kategori Tertiary Student Project,
  3. Fakultas Ilmu Komputer  UI, dengan karya VEDA - Smart Home & Energy Monitoring untuk kategori Tertiary Student Project
  4. SMKN 4 Bandung, dengan karya SecureX dengan kategori Secondary Student Project
  5. SMAN 1 Sidoarjo, dengan karya Edunesia.org Inovasi Situs Web Edukasi untuk kategori Secondary Student Project

Info lebih lanjut klik : www.apicta.org

 

4. INDONESIA OPEN SOURCE AWARD (IOSA)

IOSA merupakan ajang penghargaan tahunan kepada instansi Pemerintah Pusat, Lembaga Negara lainnya, Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang telah berhasil melaksanakan implementasi piranti lunak berbasis open source.

Berikut kategori yang ada di IOSA 2012 dan para pemenangnya :

  1. Kategori Kementerian dan LPNK (Pemenang I : BPMIGAS)
  2. Kategori Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten (Pemenang I : Pemkot Pekalongan)
  3. Kategori Mahasiswa (Pemenang I : Adityo Baharmoko)
  4. Kategori SMA/MA/SMK/MAK (Pemenang I : SMA IT Ummul Quro Bogor)
  5. Kategori Tokoh(Pemenang I : Edy Mulyanto)
  6. Kategori Komunitas (Pemenang I : Forum Ubuntu Indonesia)
  7. Kategori Wartawan (Pemenang I : Achmad Rouzni Noor II)

IOSA 2012 diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi,Kementerian PAN & RB, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Komunitas Open Source, dan Universitas Gunadarma.

Hasil dari IOSA ditujukan untuk diperkenalkan kepada pelaku industri informatika sehingga produk-produk open source dapat bersaing dan digunakan secara luas di industri  informatika.

Info lebih lanjut klik http://iosa.web.id

 

5. INKUBATOR INDUSTRI INFORMATIKA

Inkubator Industri Informatika adalah tempat yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan industri informatika melalui serangkaian program pembinaan elemen bisnis dan teknis. Tujuan akhirnya menjadikan para pelaku usaha industri informatika menjadi pengusaha yang menghasilkan keuntungan, mampu mengelola organisasi dan keuangan yang benar, serta menjadi pengusaha yang berkelanjutan hingga akhirnya memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Program inkubasi umumnya ditujukan kepada start-up company atau suatu perusahaan yang masih berada di tahap awal memulai usaha. Pengembangan industri berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) membutuhkan pembinaan yang lebih intensif. Kelompok usaha/industri ini agak berbeda dengan bidang-bidang lain karena pada umumnya jenis industri ini didirikan oleh personel yang memiliki kualifikasi pendidikan yang tinggi, memerlukan jumlah modal yang besar, mempunyai kandungan teknologi tinggi, dan resiko tinggi dalam pemasarannya.

Program kerja yang dilakukan Inkubator Industri Informatika secara umum adalah:

  1. Melakukan mentoring atau pelatihan bisnis dan teknis;
  2. Memberikan informasi mengenai industri informatika secara umum;
  3. Manajemen pengelolaan perusahaan dan budaya perusahaan;
  4. Mengembangkan strategi pemasaran;
  5. Membantu hal-hal terkait dengan regulasi;
  6. Membuka jaringan yang terkait dan dapat membantu perkembangan usaha.

Inkubator Industri Informatika menerapkan suatu konsep di mana para inkubator didampingi oleh konsultan manajemen yang akan selalu mengevaluasi program para tenant dan memberikan konsultasi kepada para tenant agar mampu menjadi technopreneur yang tangguh.

Saat ini Ditjen Aplikasi Informatika telah membangun Inkubator Industri Informatikadi dua provinsi, yaitu di Jawa Barat  di Bandung bekerja sama dengan komunitas untuk mengelola 6 (enam) tenant. dan Daerah Istimewa Yogyakartadi Yogyakarta bekerja sama dengan STMIK AMIKOM Yogyakarta mengelola 11 (sebelas) tenant.

 

6. PIRANTI LUNAK LEGAL DAN PEMANFAATAN FOSS (FREE OPEN SOURCE SOFTWARE) DI INDONESIA

Tingginya tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia secara umum dikarenakan oleh harga piranti lunak yang cukup tinggi. Menurut hasil Studi Pembajakan Software Global tahun 2011 oleh Business Software Alliance (BSA) bahwa tingkat pembajakan di Indonesia mencapai angka 86% dari seluruh penggunaan piranti lunak yang yang ada di Indonesia, artinya 8 dari 10 program yang dipakai tidak memiliki lisensi. Berdasarkan fakta diatas maka open source merupakan solusi alternatif ideal untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Selain ekonomis, pengembangan dan penggunaan piranti lunak open source (Free Open Source Software – FOSS) dapat meningkatkan kreatifitas para pengembang piranti lunak lokal yang dapat berimbas pada perkembangan industri informatika Indonesia.

Pembajakan piranti lunak tidak hanya dilakukan oleh kalangan masyarakat umum, tetapi menurut hasil studi yang di lakukan oleh BSA tersebut, hal ini juga dilakukan oleh para pelaku bisnis yang menjadi pembuat keputusan di institusi tempat mereka bekerja. Pada sisi lain, sebagai salah satu elemen penting dan pengguna TIK, instansi pemerintah memiliki tingkat belanja yang sangat tinggi berkaitan dengan pemanfaatan TIK. Dengan penggunaan FOSS, belanja negara dalam bidang TIK diharapkan dapat ditekan dan tercipta e-government yang optimal.

 

Keuntungan Open Source Software dan FOSS

Penggunaan aplikasi piranti lunak open source sangat ekonomis dan mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan piranti lunak proprietary. Selain itu, open source software atau piranti lunak kode sumber terbuka dapat disalin dan dimodifikasi, sehingga pengguna berkesempatan untuk mengubah aplikasi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan pengembangan yang diinginkan.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika  sebagai usaha untuk memperluas penggunaan piranti lunak berbasis open source di lingkungan instansi pemerintah adalah bimbingan teknis.

 

(cdp)

 

 

Share :